Friday, October 4, 2013

Oh My God!

 Hari ini untuk pertama kalinya Nina diperbolehkan membawa sendiri mobil ke rumah temannya. Bersama dua sahabatnya Febian dan Sitta, ia berangkat menuju daerah Lembang. Febian yang sudah lama bisa nyetir duduk di kursi sebelahnya, sementara Sitta dengan waswas duduk di belakang. Mereka berangkat agak siang dan jalanan sudah mulai padat merayap. Perjalanan mereka lancar hingga sampai di komplek perumahan.

Rumah Nina memang berada di tengah kota. Hanya dengan mengikuti jalanan utama di dalam kota, sejam perjalanan sudah hampir sampai tujuan.

"Di depan belok kiri Nin!"

Nina mengangguk, setengah berpikir.

"Eh bukan.. bukan.. kanan Nin!" Febian kebingungan.

Nina panik dengan pertigaan yang semakin di depan mata, "Jadinya belok mana Feb?"

"Kayaknya kiri deh Nin."
Nina memutar cepat setirnya ke kanan.
"Loh Nin.. beloknya kiri bukan ke kanan."
"Iya kiri, kesini kan?" Nina berhenti dan melipir ke pinggir.
"Tadi harusnya belok kesana!" Sitta membela Febian dengan menunjuk ke arah yang berlawanan.
"Akhirnya lo salah belok, harusnya kesana.. tadi aja udah beberapa kali hampir salah belok tau!" Febian mengiyakan.
"Iya nih.. kenapa ya? Gue suka telat mikir gitu kalo panik terutama kalo lagi ditunjukin arah."
"Wah? Ada loh temen gue emang suka susah bedain arah kiri-kanan. Sekian tahun temenan gue baru tau.. mungkin lo juga kayak temen gue itu." Sitta geleng2

"Nggak lah.. itu gue telat mikir aja."

"Nggak loh, kata dosen gue itu kelainan otak gitu."

"Wah? Iya juga sih, pantesan kalau ditanya tiba-tiba tentang arah kiri-kanan suka lama.. harus mikir dulu gitu. Oh My God!"

--//--

No comments:

Post a Comment